Rabu, 08 Juni 2022

Mitos ke-8 Meredakan Cegukan dengan Minum Air Putih sambil Menutup Hidung


Cegukan adalah hal yang biasa terjadi pada manusia. Biasanya ia muncul setelah makan atau minum. Cegukan kadang tidak berlangsung lama, namun membuat orang tidak nyaman. Salah satu terapi cegukan adalah dengan meminum air putih sambil menutup hidung. Benarkah terapi yang beredar di masyarakat ini? Sebenarnya apa sih yang terjadi ketika kita cegukan? Mari kita bahas bersama.

 

Apa itu cegukan?

Cegukan atau hiccup adalah reflek/ grakan involunter/ tidak disadari yang melibatkan kontraksi/ spasme otot diafragma yang mendadak. Bisanya hal ini disebabkan oleh bergetarnya otot inspirasi dada dan perut diikuti oleh penutupan glotis yang mendadak. Akibatnya udara dikeluarkan dengan keras dari paru-paru. Ini lah yang sering kita dengar ketika orang cegukan mengeluarkan bunyi “Hik”. Reflek cegukan ini terdiri dari beberapa saraf yang membersamainya. Cegukan bisa terjadi pada siapa saja.

Cegukan diklasifikasikan tergantung lamanya:

-          transient (berlangsug dalam detik hingga menit)

-          persistent (lebih dari 48 jam)

-          recurrent (lebih lama dari transient dan berulang)

 

Penyebab Cegukan

Cegukan transient : cegukan jenis ini penyebabnya tidak diketahui.

Cegukan persisten : pada cegukan jenis ini sering terjadi pada orang dengan gangguan pecernaan (dispepsia, GERD, disfagia, nyeri perut).

Cegukan recurrent:

Pada cegukan recurrent ada banyak penyebab sistemik yang menyertai, seperti gangguan saraf pusat, gangguan sistemik seperti stroke, meningitis, trauma kepala, hidrocepalus, tumor otak. Iritasi saraf vagus dan phrenic (faringitis, laringitis, benda asing pada membran timpani, kista, tumor), gangguan pencernaan (gastritis, ulkus peptik, pancreatitis, tumor pankrean, tumor lambung, hepatitis, dll) selain itu penurunan kadar elektrolit darah (kalsium, kalium, dan natrium) juga menyebabkan cegukan.

Pada pasien yang terkena stroke atau trauma kepala, bagian otak yang mengontrol aksi involunter (yang tidak disadari tubuh seperti bernafas) bisa berhenti bekerja. Saraf yang mengontrol napas bisa teriritasi. Iritasi saraf vagus/ iritasi diafragma (termasuk distensi perut, gastritis GERD, pembesaran hari, ascites). Adanya tekanan juga membuat saraf tertekan seperti tumor dan kehamilan.

 

Penyebab lain yang tidak diketahui

Diduga karena obat-obatan seperti kortikosteroid, benzodiazepin, opioid menjadi salah satu menyebab cegukan,. Perokok juga menjadi salah satu penyebab cegukan.

Kebanyakan cegukan akan hilang sendiri setelah beberapa menit. Meskipun sangat sering, biasanya tidak memiliki dampak medis dan biasanya tanpa pengobatan.

Stress, mengonsumsi makanan pedas dan panas, mengonsumsi minuman soda bisa memicu cegukan.

 

Terapi Cegukan

Terapi cegukan sebaiknya ditujukan pada penyebabnya.

Rekomendasi pengobatan pada cegukan adalah dengan stimulasi nasofaring (yaitu dengan minum segelas air, atau memasukkan pipa ke hidung sepanjang faring selama 20 detik, stimulasi vagal, manuver pernafasan (tahan napas, batuk, manuver valsava, atau bernafas di kantong kertas).

Tujuan dari manuver ini adalah upaya untuk menginterupsi arcus refleks melalui repetisi kontraksi diafragma. Paling sering ditujukan dengan tahan nafas, valsava manuver atau bernapas dalam kantong kertas. Terapi ini hanya berlaku pada serangan akut dan bukan terapi pada cegukan yang persisten atau recurrent.

Pada beberapa kasus cegukan merupakan manifestasi dari penyakit sistemik. Untuk itu, dalam memberikan terapi cegukan sebaiknya diiringi dengan terapi pada penyakit utamanya. Kunjungi dokter untuk diberikan obat untuk mengatasi cegukan.

 

Pada dasarnya jika ingin menerapi cegukan dengan meminum air sambil menutup hidung dan nafas diperbolehkan meskipun efektivitasnya masih diragukan. Cara ini dinilai paling aman dan minim risiko. Namun, jika cegukan yang dialami berlangsung lama >48 jam segera konsultasikan ke dokter Anda untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

 

Referensi:

Brañuelas Quiroga J, Urbano García J, Bolaños Guedes J. Hiccups: a common problem with some unusual causes and cures [published correction appears in Br J Gen Pract. 2017 Jan;67(654):13]. Br J Gen Pract. 2016;66(652):584–586. doi:10.3399/bjgp16X687913

Peng-Hui Wang, Jong-Ling Fuh.  Hiccup—fungsional or pathological? Journal of the chinese medical Association 74 (2011) 197

Claire sisson, Elaine K. Luo. Chronic Hicup and how to stop them. 2017. Published on medical news today.

 

 

 

Selasa, 07 Juni 2022

Mitos Ke-7: Sariawan Karena Kurang Vitamin C?

 

Sariawan atau stomatitis adalah kondisi yang sangat tidak nyaman. Rasa nyeri, terbakar, dan perih setiap kali makanan masuk ke mulut kita, kerap kali membuat nafsu makan menjadi menurun, gangguan bicara, dan menelan. Orang bilang sariawan disebabkan oleh kurangnya vitamin C. maka berbondong-bondong lah orang membeli vitamin C di apotek setiap kali mengalami sariawan, atau membuat minuman jeruk peras. Apakah benar kekurangan vitamin C adalah penyebab dari sariawan?

 

Sariawan itu apa, sih?

Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah menyakit mukosa mulut yang paling sering terjadi. Ciri-ciri sariawan adalah adanya ulkus/ luka yang nyeri, banyak dan kecil, berbentuk bulat dengan batas tepi tegas, dasar luka berwarna putih kekuningan atau abu-abu dan lingkaran merah. Orang yang menderita sariawan biasanya merasa panas atau pedas di luka selama beberapa jam sampai hari. Sariawan ini bisa terjadi di mukosa mulut, gusi, bibir, palatum, tonsil, maupun lidah.

Ada 3 jenis stomatitis yang sering terjadi: stomatisis minor (ukuran 3 mm-10 mm), mayor (1 cm- 3 cm), dan herpetiform (bentuk iregular dan banyak). Yang paling sering adalah stomatitis minor. Sariawan bisa berulang tergantung banyak faktor.

 

Penyebab sariawan

Penyebab sariawan masih tidak jelas, bisa terjadi karena banyak faktor. Studi menyatakan bisa disebabkan oleh modifikasi genetik dan sistem imun yang menurun. Studi menunjukkan bahwa sariawan adalah penyakit yang di modifikasi oleh sel imun (sel T).

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya modifikasi sel imun terdiri dari:

1.      faktor genetik

2.      infeksi virus dan bakteri,

bakteri tersering adalah Helicobacter pylori dan Streptococcus oralis. Sedangkan virus yang sering menyebabkan sariawan adalah HSV, Varicella-zooster vrus, cytomegalovirus, dan adenovirus. Herpangina/ hand food and mouth disease juga menjadi penyebab sariawan karena virus.

3.      alergi makanan

dilaporkan dalam sebuah sturi bahwa protein pada susu sapi bisa menigkatkan antibodi IgA, IgG dan IgE di dalam darah.

4.      kekuangan vitamin dan mikro elemen

Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat menyebabkan terjadinya anemia, sehingga banyaknya darah yang membawa oksigen ke mukosa mulut berkurang, sehingga terjadi atrofi mukosa mulut.

Zat besi ini berperan dalam fungsi normal epitel sel mulut, dan vit B12 dan asam folat berperan dalam pembentukan DNA dan sel. Kekurangan vitamin B12 juga menyebabkan penurunan barier epitel mulut.

Zinc berfungsi sebagai pembentukan protein dan kolagen yang berperan dalam penyembuhan luka. Selenium berkaitan dengan penurunan peroksidasi lipid dan menunrunkan komplikasi infeksi, serta mempercepat penyembuhan luka.

Banyak yang beranggapan sariawan muncul karena kekurangan vitamin C. padahal justru kelebihan vitamin C bisa menyebabkan sariawan. Hal ini karena mulut tidak dapat merespon dengan baik kelebihan asam yang dikonsumsi. Sebuah studi menunjukkan beberapa makanan seperti tomat, jeruk, lemon dan nanas bisa menyebabkan kaskade proinflamasi yang menyebabkan timbulnya stomatitis. Namun, konsumsi vitamin C yang tidak berlebih bisa mengurangi level nyeri pada sariawan.

Penyebab sariawan justru dipicu oleh kekurangan vitamin B12, vit D, asam folat, ferritin dan hemoglobin. Kekurangan zat ini menyebabkan keratin berproliferasi dan terjadi gangguan imun.

 

5.      penyakit sistemik

Orang dengan imun tubuh yang rendah seperti diabetes melitus, HIV, cancer, Behcet’s disease, inflamatory bowel disease, celiac disease, dll memiliki kecenderungan terjadi sariawan karea sistem imun tubuhnya yang rendah. Penyakt sistemik ini menyebabkan kekurangan nutrient karena malabsorbsi nutrien.

 

6.      gangguan hormon,

dapat terjadi pada wanita menjelang menstruasi, atau menjelang menopause, pengguna alat kontrasepsi hormonal, dan kondisi hamil.

7.      trauma mekanik,

8.      stress.

Stres menyebabkan disfungsi imun yang menjadi triger terjadinya episode sariawan.

Sariawan tidak disebabkan oleh karena makan gorengan, makanan berfermentasi, makanan peda atau pun telur,

 

Terapi sariawan:

Sariawan biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam 7-14 hari tergantung imun tubuh. Meskipun lukanya kecil namun bisa membesar. Sariawan yang besar, membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh (2-6 minggu) dan biasanya menimbulkan bekas. Namun pada stomatitis yang berukuran besar pemberian obat topikal mungkin diperlukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pengobatan sariawan yang tepat.

 

Tips terhindar dari sariawan:

1.      Jaga kebersihan mulut dan gigi. Sikat gigi minimal 2 kali sehari (jika memungkinkan setiap setelah makan). Selain mencegah bau mulut, kebersihan mulut juga mencegah sariawan. Kebersihan mulut yang kurang dapat menyebabkan kuman, dan bakteri mudah bersarang.

2.      Terapkan gaya hidup sehat, cukup nutrisi, olahraga dan istirahat bisa menunrunkan kejadian stomatisis

3.      Jika penderita juga mengalami peyakit sistemik seperti diabetes melitus, penyakit hati dan ginjal, celiac disease maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

4.      Terapi stomatitis bersifat secara individual, tidak bisa disamaratakan. Tujuan terapi adalah mengurangi gejala, menurunkan banyaknya dan ukuran sariawan.

5.      Jika sariawan berulang maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

6.      Pemberian suplemen besi, zinc, vit B1, B2, B6, dan B12 bisa mempercepat penyembuhan.

7.      Perbanyak minum air putih. Kurang air putih akan membuat mulut menjadi kering dan dehidrasi.

Nah, setelah tahu fakta yang terjadi dibalik sariawan, semoga kita semakin bijak ya, dalam menyikapi permasalahan kesehatan.

 

referensi

Chun-Pin Chiang, Julia Yu-Fong Chang, Yi-Ping Wang, Yu-Hsueh Wu, Yang-Che Wu, Andy Sun. Recurrent aphthous stomatitis – Etiology, serum autoantibodies, anemia, hematinic deficiencies, and management. Journal of the Formosan Medical Association, Volume 118, Issue 9. 2019. https://doi.org/10.1016/j.jfma.2018.10.023.

Natalie Rose Edgar, Dahlia Saleh, Richard A. Miller. Recurrent Aphthous Stomatitis: A Review. J Clin Aesthet Dermatol. 2017 Mar; 10(3): 26–36. Published online 2017 Mar 1.

Xu K, Zhou C, Huang F, et al. Relationship between dietary factors and recurrent aphthous stomatitis in China: a cross-sectional study. Journal of International Medical Research. May 2021. doi:10.1177/03000605211017724

 

Senin, 06 Juni 2022

Mitos 6: Makan Biji Jambu menyebabkan Usus Buntu?

 

Hayoo, siapa yang dulu panik saat tertelan biji jambu? Orang-orang di sekitar kita sering kali menakut-nakuti dengan mitos bahwa biji jambu akan mengakibatkan usus buntu. Benarkah biji jambu menyebabkan usus buntu?

Jawabannya tidak benar. Usus buntu tidak disebabkan oleh karena kita makan biji jambu. Pada dasarnya semua makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan dihancurkan terlebih dahulu oleh asam lambung dan juga enzim pencernaan di lambung. Apalagi biji jambu berukuran kecl sehingga tidak mungkin menyumbat usus buntu.

Usus buntu atau appendic terletak jauh dari lambung, makanan harus melewati usus dua belas jari dan usus halus terlebih dahulu. Selain itu biji yang sengaja atau tidak sengaja kita makan tidak akan ujug-ujug mampir ke usus buntu dan membuat peradangan di sana.

 

Terus apa, dong, penyebab usus buntu?

Sebelumnya yuk kita berkenalan dulu dengan usus buntu atau dalam istilah medisnya appendicitis.

Usus buntu atau apendiks adalah bagian dari usus besar (caecum) terletak di ujung caecum. Ukuranya hanya sebesar jari kelingking yang terletak di perut bagian kanan bawah. Peradangan pada usus buntu disebut sebagai appendicitis. Appendicitis adalah inflamasi/ peradangan pada vermiform apendix (umbai cacing/ usus buntu). Appendicitis merupakan penyebab paling sering akut abdomen.

 

Apa penyebab usus buntu?

Penyebab usus buntu adalah adanya sumbatan pada permukaan apendiks. Sumbatan ini bisa berbentuk apendicolith (feses/BAB yang mengeras dan tertahan), pembesaran kelenjar limfe, infeksi, tumor atau beberapa penyebab mekanik lainnya. Namun, penyebab pasti dari penyakit usus buntu yang akut tidak diketahui. Saat appendiks tersumbat, bakteri akan membuat kolonisasi di tempat tersebut dan menyebabkan inflamasi, perforasi dan membentuk abses.

 

Faktor predisposisi

Usus buntu sering terjadi pada usia 5-45 tahun, dengan rata-rata pada usia 28 tahun. Insidensinya cukup sering. Laki-laki lebih berisiko terkena usus buntu dan lebih sering mengalami komplikasi.

 

Gejala yang mungkin dialami:

Nyeri yang tiba-tiba di perut bagian kanan bawah. Kebanyakan pasien merasa tidak nyaman di pusar pada awalnya dan kemudian menetap di perut kanan bawah. Keluhan nyeri memberat saat berjalan atau batuk. Nafsu makan berkurang/ anoreksia, mual dan muntah, demam (terjadi pada 40% pasien), diare atau susah BAB, lemas, sering kencing.

Apendisitis akut bisa terjadi komplikasi maupun tidak. Kompliasi terjadi ketika usus buntu pecah yang menyebabkan infeksi menyeluruh di perut (peritonitis) atau terdiri dari kantong nanah di perut. Laki-laki lebih sering terjadi komplikasi appendisitis.

Usus buntu yang meradang, akan membengkak, dinding apendix akan mengalami iskemi dan terjadi kematian jaringan. Ketika terjadi inflamasi dan nekrosis, apendiks memiliki kemungkinan akan pecah/perforasi sehingga mengakibatkan abses dan peritonitis.

 

Selain dari gejala, diagnosis appendisits juga ditentungkan dari hasil labroratorium darah dengan adanya peningkatan sel darah putih.,

 

Bagaimana penanganan usus buntu?

Usus buntu jika didiagnosis dan diterapi lebih awal, memiliki prognosis yang baik. Namun, jika sudah terjadi abses atau peritonitis mungkin membutuhkan operasi segera.

Terapi yang paling umum adalah dengan pembedahan/ operasi, bisa laparoskopi/ laparotomi tergantung kondisi appendiksnya. Namun, ada juga (meskipun jarang) pasien dengan akut appendisitis tanpa komplikasi biasanya dokter akan memberikan terapi dengan antibiotik. Namun jika appendisitis yang sudah mengalami komplikasi bahkan jatuh pada keadaan sepsis, selain pemberian antibotik, pasien juga harus dioperasi segera untuk mengangkat usus buntu tersebut.

Selain tindakan pembedahan, dokter juga akan memberikan obat-obatan seperti antibiotik dan anti nyeri.

Untuk mencegahnya, Anda dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi serat, rutin berolahraga dan minum air putih yang cukup.

 

 

Referensi:

Jones MW, Lopez RA, Deppen JG. Appendicitis. [Updated 2022 May 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493193/

Di Saverio, S., Podda, M., De Simone, B. et al. Diagnosis and treatment of acute appendicitis: 2020 update of the WSES Jerusalem guidelines. World J Emerg Surg 15, 27 (2020). https://doi.org/10.1186/s13017-020-00306-3

Walter K. Acute Appendicitis. JAMA. 2021;326(22):2339. doi:10.1001/jama.2021.20410

Minggu, 05 Juni 2022

Mitos ke-5: Jangan Makan Telur, Nanti Bisulan!

“Jangan kebanyakan makan telur, nanti bisulan!”

Pernahkah Anda mendengar nasihat tersebut? Telur dilabeli sebagai makanan yang menyebabkan bisul oleh kebanyakan orang. Namun, apakah hal tersebut benar?

Anggapan telur mengakibatkan bisulan membuat sebagian besar orang menghindari mengonsumsi telur. Padahal telur memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Selain sebagai sumber protein hewani yang mudah dicerna, telur juga cukup ekonomis. Tak heran jika telur menjadi kebutuhan pokok yang wajib ada di dapur rumah tangga.

 

Manfaat Telur bagi Tubuh

Telur merupakan sumber nutrisi makro dan mikro yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Setiap satu butir telur memiliki kandungan vitamin A, asam folat, vitamin B12, fosfor, lemak esensial, protein, dan berbagai mineral, besi, riboflavin, cholin, zinc dan kalsium. Vitamin dan mineral ini tentu sangat bermanfaat bagi tubuh. Sehingga sangat disayangkan jika orang tidak mau makan telur atas dasar alasan yang belum tentu kebenarannya.

Kebanyakan orang juga kuatir makan telur karena telur bisa meningkatkan kolesterol. Padahal sebuah studi menyebutkan bawa tidak ada hubungannya kolesterol yang terkandung dalam telur dengan peningkatan kolesterol total di plasma darah.

 

Berkenalan dengan Bisul

Bisul, dalam istilah medis dikenal sebagai Hidradenitis Supurativa (HS). Bisul adalah sebuah peradangan yang kronis (sudah berlangsung lama) pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang paling banyak menginfeksi adalah Staphylococcus aureus yang biasanya ditemukan di kulit. Bisul sendiri paling sering muncul di area kulit yang berambut atau dekat dengan kelenjar keringat seperti wajah, telinga dan ketiak. Selain itu bisul juga muncul di daerah yang sering terkena gesekan seperti paha, bokong, bawah payudara. Wanita tiga kali lebih berisiko terkena bisul dibanding laki-laki. Sering terjadi pada usia 20-an, meskipun onset terjadinya bisa saat remaja sampai post menopouse.

 

Gejala Bisul

Gejala yang muncul biasanya mirip jerawat namun berbeda dari jerawat. Bisul berupa nodul (benjolan) dan abses (lesi yang berisi cairan, biasanya nanah). Pada tahap awal kemunculannya kecil seperti jerawat. Benjolan tersebut kemudian semakin membesar dan berisi nanah, memiliki saluran dan terasa nyeri. Kulit disekitar benjolan pun mengalami tanda peradangan, yaitu memerah, bengkak, terasa hangat. Kondisi ini menandakan infeksi sudah mengenai jaringan sekitar. Bisul juga sering muncul sebelum terjadinya menstruasi pada wanita. Jika tidak diobati, bisul baru akan sembuh sendiri pada hari ke 7 sampai 10.

 

Ada pun beberapa sebab pemicu seseorang terkena bisul:

-          Kebersihan kurang terjaga, baik kebersihan diri sendiri maupun lingkungan tempat tinggal.

-          Memiliki masalah kulit seperti jerawat, eksim. Kondisi berjerawat membuat seseorang lebih rentan terkena bisul.

-          Kontak langsung dengan orang yang terkena bisul.

-          Memiliki sistem imun yang lemah (penderita HIV, setelah menjalani kemoterapi), penderita diabetes

-          Sebuah studi menunjukkan bahwa merokok juga meningkatakan perkembangan bisul dan penyakit yang berbahaya

-          Obesitas/ kegemukan

 

Pengobatan bisul

Biasanya bisul akan sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari tanpa pegobatan. Namun, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mempercepat penyembuhan:

-          Kompres dengan air hangat 2-3x sehari. Air hangat bisa meredakan nyeri.

-          Jika bisul pecah, bersihkan dengan cairan steril (cairan infusl. Nacl 0.9%). Bersihkan dengan menggunakan kasa steril. Keringkan, kemudian tutup dengan kasa steril. Pastikan luka kering dan bersih. Bisul yang sudah pecah harus rutin dibersihkan.

-          Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah membersihkan bisul.

-          Tidak dianjurkan memecahkan bisul dengan paksa. Karena hal ini justru akan menjadi luka terbuka yang rawan infeksi.

-          Jika bisul berlangsung lebih dari 10 hari dan disertai demam, atau Anda adalah pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah (Diabetes, HIV, post kemoterapi) maka segera lah kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

 

Setelah kita mengetahui bahwa bisul disebabkan oleh bakteri, dan mengetahui bahwa banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan mengonsumsi telur, semoga sudah tidak ragu lagi yang untuk makan telur. Namun, pastikan tidak berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Sebaiknya konsumsi telur dalam keadaan matang, karena jika dikonsumsi mentah, telur bisa berisiko terkontamiasi bakteri.

 

Referensi:

Alavi et al. (2022). Possible new oral treatment for hidradenitis suppurativa. Br J Dermatol 2022; 186:803–813 https://doi.org/10.1111/bjd.21262

Gregor B.E. Jemec, M.D., D.M.Sc. (2012) Hidradenitis Suppurativa. N Engl J Med 2012;366:158-64. DOI: 10.1056/NEJMcp1014163

Sophie Réhault-Godbert, Nicolas Guyot, and Yves Nys (2019) The Golden Egg: Nutritional Value, Bioactivities, and Emerging Benefits for Human Health. Nutrients. 2019 Mar; 11(3): 684. Published online 2019 Mar 22. https://doi.org/10.3390/nu11030684      

Jumat, 03 Juni 2022

Mitos ke-3: Mengobati Luka Bakar dengan Odol (Pasta Gigi)

 

Pernah kah Anda mendengar tentang penanganan luka bakar dengan pasta gigi? Atau justru ada sendiri pernah mengalaminya? Tahu kah Anda jika cara ini justru membuat lukamu semakin parah?

Dalam kehidupan sehar-hari, luka bakar sering dialami banyak orang. Faktor penyebabnya paling sering karena api, bisa karena terkena minyak panas/ air panas saat memasak. Penyebab lainnya adalah terkena aliran listrik maupun bahan kimia yang mudah terbakar seperti bensin, alkali atau pengencer cat (thinner) serta kontak dengan benda panas semisal rokok, peralatan masak, mesin/ knalpot yang masih panas.  

Biasanya, orang akan langsung memberikan pasta gigi setelah terkena luka bakar. Alasanya simpel, saat terkena luka bakar, kulit akan terasa panas dan tidak nyaman, sementara pasta gigi bisa memberikan efek dingin pada luka bakar tersebut. Mekipun nyaman bukan berarti hal tersebut dibenarkan, bukan? Kita perlu berhati-hati menggunakan pasta gigi pada luka bakar, karea berisiko memperburuk kondisi luka. Bukannya untung malah buntung.

 

Kandungan dalam Pasta Gigi

Pasta gigi dibuat dari berbagai macam bahan penyusun dengan fungsi yang berbeda. Namun, umumnya pasta gigi mengandung bahan-bahan yang abrasif. 30-40% kandungan pasta gigi bersifat abrasif. Bahan abrasif ini berfungsi membersihkan dan menghaluskan permukaan gigi tanpa merusak email gigi. Contoh bahan abrasif: natrium bikarbonat, kalsium karbonat, kalsium sulfat. Selain itu, di dalam pasta gigi juga terkandung bahan pelembab (sorbitol, gliserin, air), bahan pengikat (karboksimetil selulosa), deterjen yang berfungsi sebagai penurun tegangan permuaan, melonggarkan ikatan debris dengan gigi (Natrium Lauryl Sulfat/ SLS dan Natrium N-Lauryl Sarcosinate), dan bahan pengawet (natrium benzoat). Sebagain besar pasta gigi mengandung bahan terapetik seperti:

1.      Fluorida

Fluorida adalah salah satu bahan terpenting dalam kandungan pasta gigi. Disinyalir bahan ini bisa mengurangi karies gigi. Mekanismenya fluorida membantu melindungi gigi dari asam yang dilepaskan oleh bakteri. Contohnya natrium mono fluorofosfat dan natrium fluorida.

2.      Bahan densitasi yang berfungi mengurangi sensitivitas dentin. Contohnya kalium nitrat, kalium sitrat.

3.      Bahan anti kalkulus.

 

Yang Terjadi pada Kulit yang Terkena Luka Bakar

Kulit memiliki banyak lapisan, yang masing-masing bagiannya memiliki manfaat sebagai proteksi tubuh. saat kulit terkena luka bakar, pembuluh darah akan rusak dan terjadi permeabilitas yang tinggi (kemampuan kulit untuk mentransportasikan zat di luar tubuh ke dalam tubuh dan sebaliknya). Meningkatnya permeabilitas ini menyebabkan terjadinya oedema (pembengkakan) dan menimbulkan bula sehingga cairan di dalam sel berkurang. Kerusakan kulit akibat luka bakar juga mengakibatkan kehilangan cairan karena penguapan yang berlebihan.

 

Percepatan penyembuhan luka bakar sendiri bisa dicapai dengan pemberian terapi dan penanganan yang tepat. Namun, minimnya informasi membuat masyarakat menangai luka bakar dengan kurag tepat, sehingga luka bakar menjadi lebih parah dan bisa menimbulkan infeksi, seperti pada penggunaan pasta gigi untuk terapi luka bakar.

Panas yang ditimbulkan dari luka bakar akan terperangkap dalam kulit karena tertutup fluoride, sehingga proses penyembuhan akan berlangsung lebih lama. Selain itu pasta gigi juga belum tentu steril, jika diaplikasikan pada luka terbuka memungkinkan kuman masuk ke dalam lapisan kulit dan menyebabkan infeksi. Luka bakar yang terinfeksi akan menghambat proses penyembukan, timbulnya jaringan parut pada kulit, munculnya keloid (bekas luka yang tumbuh tidak normal), bahkan bisa terjadi kecacatan permanen.

 

Lalu apa yang harus dilakukan saat terkena luka bakar?

1.      Jauhkan dari sumber luka bakar segera.

2.      Jika luka bakar mengenai bagian wajah atau area tubuh bagian atas atau luka bakar berasal dari sumber selain panas (misal sengatan listrik), periksa jalan napas dan denyut nadi. Segera dibawa ke rumah sakit.

3.      Jika luka bakar akibat sumber panas dan derajat ringan yaitu hanya sekitar kurang dari 10% luas permukaan tubuh (sekitar 2 telapak tangan), dinginkan luka bakar dengan mengguyur dengan air mengalir selama 15-20 menit. Cara ini bisa membantu mendinginkan luka, mengurangi nyeri, dan peradangan pada kulit. Jangan gunakan air es, karena bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga memperburuk derajat luka bakar.

4.      Hindari penggunaan pasta gigi, minyak, dedaunan, kunyit, lendir bekicot dan semacamnya. Cara tersebut justru akan merusak kondisi kulit dan berpotensi terjadi infeksi.

5.      Bersihkan luka dengan cairan steril (NaCL 0.9%), oleskan dengan ointment khusus luka bakar. Berikan obat anti nyeri dan pastikan hidrasi tercukupi.

6.      Jangan melakukan self-diagnose. Segera di bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan selanjutya.

Nah, ternyata untuk penanganan awal luka bakar tidak terlalu sulit, bukan? Penanganan yang tepat akan membuat luka sembut lebih cepat dan minim meninggalkan bekas.



Kamis, 02 Juni 2022

Mitos Ke-2: Mandi Malam Menyebabkan Rematik?


Apakah Anda pernah mendengar kalimat, “Jangan mandi di malam hari, nanti bisa kena rematik”? Kodisi tersebut biasanya dialami oleh pekerja kantoran yang karena tuntutan pekerjaan membuat mereka pulang sore/ malam. Mandi setelah seharian beraktivitas di luar rumah memang membuat tubuh menjadi segar kembali, bersih dan nyaman untuk beristirahat. Namun, larangan mandi di malam hari kerap kali membuat orang bimbang untuk melakukan aktivitas tersebut.

Jadi, benarkah rematik disebabkan oleh mandi malam? Sebelum menjawab pertanyaan ini mari kita kenalan terlebih dahulu dengan penyakit rematik ini.

 

Penyakit Apa itu Rematik?

Reumathoid Arthritis (RA) atau dikenal dengan istilah rematik. Reumathoid Arthritis adalah penyakit autoimun yang kronis dan sistemik. Artinya pernyakit ini sudah berlangsung lama, dan mengenai banyak bagian tubuh. Perempuan tiga kali lebih berisiko terkena penyakit rematik dibanding laki-laki. Rematik ini sering mengenai sendi-sendi yang kecil. Rentang usia penderita rematik berkisar antara usia 20-60 tahun. Rematik ini nyerang bagian sinovial sendi dan apabila tidak dilakukan penanganan rematik yang tepat dapat menyebabkan disabilitas yang progresif bahkan kematian.

 

Apa Penyebab Rematik?

Tidak diketahui dengan pasti penyebab rematik. Namun, predisposisinya bisa terjadi karena faktor genetik, imunogenik, faktor lingkungan (temperatur dan kelembaban)

 

Apa Saja Gejala Rematik?

Gejala yang sering muncul pada orang yang menderita rematik adalah nyeri sendi yang simetris (kanan dan kiri), kekakuan sendi, bengkak, kemerahan, pada beberapa kasus RA menyebabkan keterbatasan gerak. Diagnosa paling utamanya adalah adanya  kaku sendi pada pagi hari yang berlangsung setidaknya satu jam sebelum bisa beraktivitas kembali, terjadi pada minimal tiga sendi, simetris, terkadang disertai nodule, dan perubahan radiografi (pada kepala, lengan, tangan). Orang yang mengalami rematik memiliki serum faktor RA positif.

 

Terapi Rematik

Terapi artritis rematik bisa menggunakan obat-obatan dan rehabilitasi medis. Tujuan dari terapi adalah berkurangnya rasa nyeri, area gerak meningkat, dan menghindari deformitas, serta meningkatkan kualitas hidup

 

Adakah Hubungan Mandi Malam dengan Rematik?

Tidak ada korelasi yang jelas antara mandi malam dengan penyakit rematik, namun beberapa literatur menghubungkan kondisi air dingin dengan rematik. Sebuah literatur reviu yang dilakukan oleh Ciara Deall dan Haroon Majeed, gejala nyeri dan kaku pada pasien arthritis memburuk saat dingin dan cuaca lembab. Pasien dengan nyeri sendi kronis sering mengeluh gejala yang memberat karena perubahan cuaca. Cuaca dingin sendiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap gejala arthritis. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan adanya perburukan gejala, yaitu pada kondisi suhu dingin, dan kelembaban yang rendah terutama pada orang yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Selama terkena air dingin, termoreseptor kulit ditangkap dan akan disampaikan pada pusat termoregulasi di otak (di bagian hipotalamus). Termoregulasi ini akan memerintah tubuh untuk mempertahankan suhu inti konstan, yaitu 37°C. Hal ini mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah perifer (pembuluh darah yang berada jauh dari jantung seperti di ujung jari). Respon tubuh kemudian akan menggigil dan akan menghasilkan panas melalui kontraksi otot. Selain itu laju metabolisme tubuh juga meningkat.

Menurut Indonesian Reumathoid Arthritis (IRA) / Perhimunan Reumatologi Indonesia, mandi malam atau cuaca dingin tidak menyebabkan penyakit rematik. Namun pada penderita rematik tertentu, faktor dingin dapat memperberat keluhan sehingga bila terkena dingin terasa nyeri pada persendian. Hal ini dapat dijelaskan dengan adanya perubahan tekanan atmosfer menyebabkan peningkatan tekanan pada ruang sendi. Suhu dingin juga menyebabkan terganggunya aliran sinovium. dan merangsang nosiseptor saraf di sekitar persendian yang menyebabkan radang sendi menjadi nyeri dan/atau kaku. Meningkatnya kekakuan juga terjadi karena adanya perubahan kolagen (kapsul sendi sebagian besar terdiri dari kolagen).

Menurut penelitian, terapi air dingin juga cukup efektif pada penderita Multiple Sclerosis, ankylosing spondilitis, dan rematik. Penelitian menunjukkan air dingin mengurangi nyeri somatik pada pasien dengan autoimun, menurunkan respon inflamasi mikroseluler melalui pengurangan sitokin inflamasi dan stres oksidatif. Sebuah reviu di Cochrane bahkan menyebutkan air dingin ini memiliki efek positif bagi penyembuhan otot setelah olahraga. Mengurangi kelelahan,meningkatkan kualitas tidur, membantu meregulasi ritme sirkadian tubuh, mengurangi level proinflamasi. Anda tentu ingat, saat digelar pertandingan motoGP Indonesia di Lombok? Setelah bertanding, peserta kemudian berendam di drum berisi air dingin. Tujuannya untuk mempercepat penyembuhan otot. Namun, bukti-bukti yang menyatakan gejala rematik memburuk karena cuaca itu lemah.

Meskipun penyebab penyakit rematik ini bervariasi, bahkan ada yang tidak diketahui. namun, ada banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit rematik dan beberapa diantaranya dapat dicegah agar tidak menimbulkan nyeri sendi atau memperparah penyakit yang ada.

 

Bagaimana agar Tidak Terkena Penyakit Rematik?

Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan:

1.      Menjaga berat badan ideal,

2.      Berolahraga secara teratur. 

3.      Konsumsi buah dan sayuran

4.      Cukup minum air putih

5.      Menghindari stres fisik dan psikologis yang berkepanjangan.

 

Simpulan

Dari penjelasan di atas, tidak ada bukti yang kuat bahwa rematik disebabkan oleh mandi di malam hari. Jadi, tidak perlu takut lagi, ya, mandi di malam hari.

 

 

Referensi:

Bone Res. (2018). Rheumatoid arthritis: pathological mechanisms and modern pharmacologic therapies https://doi.org/10.1038/s41413-018-0016-9   

Wardani NK, Masduchi RH. (2019). Rheumatoid Arthritis. Vol. 1 No. 1 (2019): SPMRJ. https://doi.org/10.20473/spmrj.v1i1.16169

Hidayat, R., Bagus Putu Putra Suryana, Linda Kurniaty Wijaya, Anna Ariane, Rakhma Yanti Hellmi, Endy Adnan, & Sumariyono. (2021). Indonesian Rheumatology Association (IRA) Recommendations for Diagnosis and Management of Rheumatoid Arthritis. Indonesian Journal of Rheumatology, 13(1), 322-443. https://doi.org/10.37275/ijr.v13i1.173

Deall C, Majeed H (2016) Effect of Cold Weather on the Symptoms of Arthritic Disease: A Review of the Literature. J Gen Pract (Los Angel) 4: 275. doi:10.4172/2329-9126.1000275

Hidaya Aliouche, B.Sc. (2022) What is Cold Water Therapy? https://www.news-medical.net/health/What-is-Cold-Water-Therapy.aspx diakses pada 2 Juni 2022

Rabu, 01 Juni 2022

Mitos pertama: Minum Air Dingin saat Haid Menyebabkan Kista?

Mitos pertama: Minum Air Dingin saat Haid Menyebabkan Kista?

Banyak orangtua jaman dahulu melarang minum air dingin pada anak-anak remaja yang sedang haid. Disinyalir alasannya karena orangtua kuatir anaknya akan menderita kista jika mengonsumsi air dingin. Namun, apakah benar, air dingin menjadi faktor penyebab terjadinya kista?

Sebelum kita menarik kesimpulan tersebut, mari kita berkenalan terlebih dahulu mengenai kista.

Kista adalah sebuah jaringan membran yang berbentuk seperti kantung, biasanya berisi cairan, udara, blister, atau cairan yang lainnya. Kista bisa tumbuh di mana saja di tubuh kita. Ia bisa muncul di mata, di bibir, oragan-organ dalam tubuh. Lokasi yang paling sering adalah di kulit, ovarium, payudara, dan ginjal.

Di bawa kulit, ada dua jenis kista yang sering muncul, yaitu kista epidermoid dan kista sebaseous. Kista epidermoid bisa terjadi karena adanya penumpukan protein keratin (bisa terjadi karena trauma di sekitar folikel rambut). Letaknya ada di permukaan terluar kulit kita. Di sana terdapat pigmen kulit kita, keratin, rambut, kuku, dan lainnya. Sedangkan kista sebaseous adalah kista yang berisi sebum/ minyak. Adanya penyumbatan pada kelenjar minyak ini bisa menimbulkan kista. Keduanya bisa berbentuk seperti daging, namun bisa berupa gumpalan putih kekuningan dengan permukaan halus. Tempat yang paling sering adalah di leher, punggung belakang dan kepala.

Karea kista bisa muncul di mana saja, penamaannya pun berbeda. Jika muncul di mukosa bibir dinamakan mucocele (mucos cyst), di pergelangan namanya kista ganglion, di kemaluan bernama kista bartholin, dan sebagainya. Lain nama lain pula gejala yang muncul. Ada kista yang bergeja, ada juga yang tanpa gejala. Akan tetapi kebanyakan kista tidak bergejala, kecuali terjadi peradangan/ inflamasi. Kista yang ada di kulit biasanya pertumbuhannya lambat dan tidak nyeri (kecuali pecah atau inflamasi). Kista di dalam organ tubuh bagian dalam juga kebanyakan tidak memiliki gejala, kecuali membesar dan mendesak fungsi organ atau menganggu fungsi organ tubuh, seperti kista ovarium yang bisa mengganggu siklus menstruasi.

Ukuran kista pun dapat berbeda-beda. Ada kista yang berukuran sangat kecil (mikroskopik) sampai yang sangat besar. Kista yang sangat besar ini lah yang bisa memengaruhi kinerja organ tubuh. Kebanyakan kista tipenya jinak (benigna) meskipun ada beberapa kista uamh naik tingkat menjadi kaker atau prekanker.

Apakah kista adalah suatu kondisi yang normal?

Tentu tidak ya. Kista memiliki membran yang berbeda dan terpisah dari jaringan normal di sekitanya. Di bagain luar (kapsul) disebut sebagai dinding kista. Kista juga bisa berkembang, jika cairan di dalamnya terdapat nanah, artinya kista tersebut terinfeksi dan akan menjadi sebuah abses. Tentu hal ini bukan lah suatu kondisi alami tubuh kita, bukan?

Ada banyak sebab terjadinya kista, diantaranya: genetik, infeksi, keturunan, inflamasi kronis, hormonal, gangguan mekanisme seperti tersumbatnya saluran. Faktor risiko terjadi kista berhubungan dengan penyebab pembentukan kista itu sendiri. Meskipun kebanyakan kista tidak memiliki gejala (asimtomatik), namun ada kista yang bergejala tergantung pada organ mana yang mengenainya.

Lalu bagaimana kita bisa mendiagnosis kista?

Dalam mendiagnosis sebuah kista perlu melakukan anamnesa (pertanyaan mengenai penyakitnya) dan pemeriksaan fisik.  Kista di kulit mungkin bisa hanya dengan anamnesa saja. Seberapa cepat ia tumbuh, ukurannya apakah berubah, apakah ada nyeri. Namun, untuk kista yang ada di bagian dalam tubuh memerlukan pemeriksaan penunjang berupa Ultrasound Sonografi (USG), x-rays, (Computerized Tomography) CT scan, Magnetic Resonance Imaging MRI dan biopsi (pengambilan sampel jaringan).

Kebanyakan kista tidak membutuhkan penatalaksanaan. Meskipun begitu, terkadang dokter akan melakukan biopsi atau pembedahan untuk mengangkat kista terebut. Kebutuhan terapinya pun berbeda, tergantung lokasinya dan gejala yang menyertainya. Kebanyakan kista bisa hilang sendiri jika tanpa pengobatan, atau bisa dilakukan drainase jika terinflamasi. Namun ada juga kista yang tidak bisa hilang begitu saja, seperti kista ginjal.

Nah, setelah membaca uraian di atas apakah masih berpikir jika air dingin menyebabkan kista?

Jika ada yang masih berpikir demikian, mari kita duduk lebih lama. Ada penjelasan menarik mengenai proses dicernanya makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita.

Saat makanan/minuman masuk ke dalam mulut, kemudian akan diteruskan ke kerongkongan. Dengan bantuan peristaltik dari otot-otot di seofagus, makanan tersebut sampai ke lambung kita. Lambung kita ini organ tubuh yang berperan besar dalam pencernaan makanan. di dalamnya terdapat dinding lambung yang dilapisi mukosa yang tebal dan meliuk-liuk. Selain itu terdapat cairan asam lambung (asam hidroklorik) yang fungsinya selain memecah makanan juga menyingkirkan zat atau mikroba yang berbahaya dalam makanan.

Apakah setelah mengenai asam lambung, lantas air dingin yang kita minum keadaanya masih dingin ketika masuk ke dalam lambung? Minuman dingin maupun minuman panas akan melewati asam lambung ini dan ketika keluar dari lambung menuju usus, ia tidak lagi bersifat dingin. Suhunya sudah di atur sesuai suhu di dalam tubuh. Selain itu, yang perlu dicatat, air dingin yang masuk tidak langsung terjun menuju rahim dan membasahi dinding rahim. Tidak ada saluran yang langsung menghubungan kerongkongan dan rahim. Semua yang masuk ke mulut dan melewati kerongkongan akan berakhir dalam saluran pencernaan.

Orangtua mungkin beranggapan bahwa dengan meminum air dingin maka darah haid akan menggumpal dan menyebabkan kista. Saya asumsikan kista yang dimaksud di sini adalah kista yang berada di sekitaran rahim (kista endometrium atau kista ovarium).

Jadi, sekarang sudah bisa menjawab, kan, apakah air dingin menyebabkan kista?

Ada beberapa hal yang perlu diingat. Jika kista tersebut mengalami inflamasi atau nyeri, maka segeralah bawa ke dokter. Ingat, sangat tidak dianjurkan memecah kista sendiri karena hal tersebut justru akan membuat area kista terinfeksi.

Lalu, apakah kista bisa dicegah? Kebanyakan tidak bisa. Pada beberapa kasus, kita bisa mencegah pembentukan kista baru pada kista ovarium dengan obat-obat hormonal. Kista piloidal (kista yang terletak di (maaf) bokong) dapat dicegah dengan manjaga area yang berisiko terinfeksi bersih dan kering. Tidak duduk terlalu lama juga dapat mencegah kista piloidal ini. Membersihkan kelopak mata dapat mencegah terjadinya kista di mata (kalazion/ orang mengenalnya bintitan). Selain itu dengan menerapkan pola hidup sehat, mekan makanan bergizi seimbang, dan berolahraga juga dapat membantu meningkatkan daya tubuh kita.

 

Referensi:

Harvard Health Publishing. 2022. Cyst Overview. Diakses pada 1 Juni 2022. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/cysts-overview-a-to-z

Davis, CP. Ballentine JR, DO, FACEP. 2022. Cysts. Diakses pada 1 juni 2022. https://www.medicinenet.com/cyst/article.htm

What to know about cysts. Medically reviewed by Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI — Written by Tim Newman — Updated on June 9, 2020. Diakses pada 1 juni 2022 https://www.medicalnewstoday.com/articles/160821

What’s Causing This Cyst? Medically reviewed by Susan Bard, MD — Written by Amanda Delgado — Updated on April 28, 2021. Diakses pada 1 juni 2022. https://www.healthline.com/health/cyst#:~:text=A%20cyst%20is%20a%20sac,cysts%20are%20benign%2C%20or%20noncancerous.

Tips Membuat Infografis dengan Canva

Hallo teman-teman… Apa kabarnya nih? Semoga sehat selalu ya… nah, teman-teman di sini adakah yang suka mendesain? Jaman now , desain itu tid...